Postingan

Do'a Memohon Kemenangan Bagi Mujahidin.

( Arrahmah.com ) – Dewasa ini mujahidin Islam di berbagai penjuru dunia berjihad melawan persekongkolan kekuatan zionis, salibis, komunis, musyrikin Syiah, musyrikin paganis dan rezim murtad sekuler. Sebagai bagian dari kaum muslimin, kita wajib mendukung jihad di jalan Allah Ta’ala untuk menegakkan syariat Allah Ta’ala di muka bumi. Minimal dukungan itu diwujudkan dengan lantunan doa kita. Berikut ini sebagian doa memohon kemenangan bagi mujahidin Islam. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Ya Rabb kami, curahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah langkah kaki [pendirian] kami dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir. ( QS. Al-Baqarah [2]: 250 ) رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, sikap berlebihan dalam sebagian urusan kami, teguhkanlah langkah kaki [pendirian] kami dan mena...

Do'a Agar Hati Cinta Pada Al Qur'an

اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ وَنُورَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ “Ya Allah, sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu (laki-laki), anak dari hamba-Mu (perempuan). Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, takdir-Mu berlaku atasku, dan ketetapan-Mu adalah adli. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-mu, atau yang Engkau sebutkan dalam Kitab-mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang diantara hamba-Mu (Nabi), atau yang Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu; hendaknya Engkau menjadikan Al-Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku,...

Do'a Menghilangkan Rasa Malas

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ‘Allahumma inni a’uuzhubika minal ‘ajzii wall kasal wal jubni wall harom wall bukhlii, waa a’uuzhubika minn a’zhabil qobri waa min fitnatil mahyaa wall mamaati..’ Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

Kisah ‘Uzair Yang Tertidur Selama 100 Tahun

(Arrahmah.com) –  Dikisahkan, pada suatu hari Uzair sedang melintas di sebuah negeri yang porak-poranda. Pendapat yang masyhur mengatakan, negeri yang dilintasi itu adalah Baitul Maqdis, Palestina. Ia melintasinya setelah negeri itu dulunya dihancurkan oleh Bukhtunnashir. Penduduknya juga terbunuh sehingga negeri itu tampak sepi. Uzair melintasi bangunan-bangunan yang telah roboh. Ia berhenti sambil merenungkan mengapa kondisi itu bisa terjadi, padahal sebelumnya ramai. “Bagaimana Allah akan menghidupkan kampung ini setelah ia mati?” Hal itu diucapkannya setelah ia melihat kehancuran kampung yang dahsyat. Kemudian Allah menidurkannya selama 100 tahun. Allah menghidupkannya kembali. Pertama adalah matanya agar ia bisa melihat, berikutnya adalah anggota badannya. Ketika ia terbangun, Allah bertanya kepadanya melalui perantara malaikat. “Berapa lama kamu tinggal?” Ia menjawab, “Satu atau setengah hari.” Karena ketika ia merasa tertidur, waktunya siang hari dan ketika bangkit juga...

Tahukah Anda: Salafi dan Wahabi

Gambar
Eramuslim.com – Istilah Salafi kemudian digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridlo tatkala hendak membangun gerakan pembaharuan di Mesir. Di tangan Abduh, istilah Salafi sedikit mengalami pergeseran makna yang dikaitkan dengan semangat pembaharuan dan pemurnian. Di sini salafi dirujukkan pada model pemahaman para penganut Islam paling awal, yaitu Nabi dan Sahabat. Gerakan pemurnian yang lain, khususnya wahabisme, ternyata pada mulanya tidak menggunakan istilah ini. Mereka mengkampanyekan pemurnian ajaran dengan merujuk langsung Qur’an dan Sunnah dengan model pemahaman yang literal. Di Indonesia, Muhammadiyah dan Persis yang juga mengusung tema pemurnian ajaran, juga tidak menggunakan istilah salafi. Walaupun ketiganya sama-sama menggeluti isu-isu bid’ah, kurafat dan sejenisnya. Istilah Salafi kemudian dipopulerkan kembali oleh Nashiruddin Al-bani pada dekade 1980-an di Madinah. Jamaahnya kemudian dikenal dengan al-Jamaa al-Salafiyya al-Muhtasib._ Hampir sama dengan wahabisme,...

Wanita Punya Peran Memakmurkan Masjid

Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Keutamaan memakmurkan masjid bukan domain kaum Adam saja. Kaum Hawa juga punya peran dalam memakmurkan rumah Allah di muka bumi. Sebab, wanita saudara kandung laki-laki dan bagian dari masyarakat. Karenanya Islam tidak mendeskriditkan wanita dalam amal mulia ini. Hal ini nampak jelas dari kitab sirah, Nabi  Shallallahu 'Alaihi Wasallam  memberi nasihat dan menyampaikan pengajaran kepada kaum wanita di masjid. Mereka menghadiri taklim dan khutbah yang disampaikan Nabi  Shallallahu 'Alaihi Wasallam  di sana. Sejarah juga mencatat, sebagian shahabiyat ikut shalat berjamaah bersama Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam  di masjid. Mereka menempati shaff bagian belakang dengan berhijab, tidak memakai parfum, tidak mengundang fitnah dan membuka pintu fitnah, lalu mereka pulang seb...

Mempertahankan Identitas Muslim di Tengah Derasnya Arus Fitnah

Gambar
Oleh: Ustadz Abu Miqdam Bagi orang yang berakal, hidup di dunia ini tak bisa semaunya. Segala sesuatu ada aturan dan rambu-rambunya termasuk dalam ranah kehidupan beragama. Seseorang tak bisa memilih sembarang agama. Hanyalah Islam satu-satunya agama yang sempurna dan diridhai oleh Allah  Subhanahu wa Ta'ala , Rabb alam semesta. إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ “ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. ” (QS. Ali Imran: 19) الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا “ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agama bagi kalian. ” (QS. Al-Maidah: 3) Manakala seseorang mencari agama selain Islam, maka tidak diterima amalannya di sisi Allah  Subhanahu wa Ta'ala , dan di akhirat kelak, termasuk orang-orang yang merugi. Allah  Subhanahu wa Ta'ala  berfirman, ...